Geser Kebawah
PasarSaham

Saham Nikel Melonjak 118%? Strategi Pemerintah Jadi Penentu

111
×

Saham Nikel Melonjak 118%? Strategi Pemerintah Jadi Penentu

Sebarkan artikel ini
saham nikel melonjak 118 persen strategi pemerintah jadi penentu kompres
Pemerintah memangkas kuota produksi bijih nikel untuk stabilisasi harga. Saham INCO dan ANTM menjadi sorotan dengan potensi cuan besar hingga 118%.

JAKARTA, BursaNusantara.com Saham Nikel Berpotensi Terbang Tinggi Berkat Strategi Pemerintah

Harga saham sektor nikel mendapat sentimen positif dari langkah pemerintah yang mengevaluasi kuota produksi bijih nikel. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan mencegah penurunan harga nikel akibat oversupply yang terus membayangi pasar global.

Sponsor
Iklan

Menurut riset dari Macquarie, pemerintah tengah mempertimbangkan pengurangan kuota produksi bijih nikel dari 272 juta ton menjadi 150 juta ton. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan permintaan, sehingga harga nikel dapat bertahan di level stabil.

Saat ini, harga nikel berada di kisaran USD 15.000 per ton, lebih rendah dibandingkan estimasi USD 16.500 per ton oleh Macquarie.

Peluang Akumulasi Saham Nikel

Macquarie mencatat bahwa valuasi saham nikel saat ini relatif rendah, membuka peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi. Analis menilai bahwa saham sektor ini memiliki potensi pertumbuhan signifikan dalam jangka pendek hingga menengah, terutama dengan dukungan kebijakan pemerintah.

Saham unggulan di sektor nikel meliputi:

  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
  • PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
  • PT Harum Energy Tbk (HRUM)
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
  • PT Hillcon Tbk (HILL)

Dari saham-saham tersebut, INCO dan HRUM menjadi sorotan utama. INCO diprediksi memperoleh keuntungan dari dimulainya bisnis penjualan bijih nikel pada tahun ini serta rampungnya proyek HPAL pada 2025. Sementara itu, HRUM memiliki potensi gain terbesar hingga 118%, mengungguli pemain besar seperti ANTM (29%) dan INCO (87%).

Kebijakan RKAB dan Dampaknya pada Pasar

Pemerintah berencana untuk lebih selektif dalam menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan nikel. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mencegah banjirnya suplai bijih nikel di pasar global, yang dapat menekan harga komoditas lebih jauh.

Langkah ini memberikan sinyal positif kepada investor, mengingat stabilisasi harga merupakan kunci utama dalam mendukung profitabilitas perusahaan tambang. Selain itu, strategi ini juga menguntungkan negara melalui potensi peningkatan penerimaan pajak dan royalti dari sektor tambang.

Target Harga Saham Nikel

Berikut target harga saham sektor nikel berdasarkan rekomendasi Macquarie:

  • INCO: Rp 4.700 (potensi gain 87%)
  • NCKL: Rp 1.400 (potensi gain 87%)
  • HRUM: Rp 2.200 (potensi gain 118%)
  • ANTM: Rp 1.900 (potensi gain 29%)
  • MBMA: Rp 600 (potensi gain 56%)
  • MDKA: Rp 2.500 (potensi gain 56%)
  • HILL: Rp 2.000 (netral)

Bagi investor yang mencari keuntungan besar, HRUM menjadi pilihan utama dengan target harga tertinggi. Namun, saham lain seperti INCO dan NCKL juga menawarkan potensi yang menarik.

Kesimpulan: Saham Nikel di Tengah Peluang dan Risiko

Kebijakan pemerintah dalam memangkas kuota produksi bijih nikel memberikan angin segar bagi sektor ini. Stabilitas harga nikel menjadi katalis utama yang dapat meningkatkan valuasi saham tambang. Dengan potensi keuntungan signifikan, sektor nikel menjadi salah satu opsi investasi menarik di tahun 2025.

Namun, investor tetap harus berhati-hati terhadap risiko yang mungkin muncul, seperti fluktuasi harga komoditas global dan perubahan kebijakan pemerintah. Pendekatan investasi berbasis riset dan pengelolaan risiko yang baik tetap menjadi kunci sukses dalam memanfaatkan peluang di pasar saham.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.