JAKARTA, Bursa,NusantaraOfficial.com – PT Semen Indonesia Tbk (SIG/SMGR) mencatat pencapaian gemilang sebagai perusahaan bahan bangunan pertama di Indonesia yang memperoleh validasi dari Science-Based Target initiatives (SBTi), lembaga validasi internasional terkemuka.
Validasi ini menunjukkan bahwa SIG telah memenuhi kriteria ketat SBTi dalam menyusun target jangka pendek untuk penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Langkah ini sejalan dengan tujuan global untuk membatasi pemanasan global pada tingkat 1,5°C sesuai Perjanjian Paris.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan, “Pemanasan global akibat peningkatan emisi GRK merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan bumi. Sebagai pemimpin industri bahan bangunan, SIG berkomitmen menjalankan bisnis rendah karbon dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.”
Strategi Dekarbonisasi SIG
SIG mengusung berbagai inisiatif strategis untuk menurunkan emisi GRK secara signifikan. Salah satu langkah utama adalah pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti limbah pertanian, sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF), biomassa, dan bahan lainnya. Hingga 2024, SIG telah menggunakan 550 ribu ton bahan bakar alternatif, meliputi:
- 314 ribu ton biomassa
- 206 ribu ton non-biomassa
- 30 ribu ton RDF
Penggunaan bahan bakar alternatif ini tidak hanya efektif dalam mengurangi emisi karbon, tetapi juga membantu menyelesaikan masalah limbah perkotaan, seperti bau tak sedap dan gas metana dari limbah pertanian yang tidak terkelola dengan baik.
Penerapan Teknologi Canggih
SIG juga mengoptimalkan proses produksi melalui digitalisasi pabrik. Dengan memanfaatkan teknologi machine learning, big data, dan artificial intelligence (AI), SIG mampu meningkatkan efisiensi energi serta produktivitas operasional. Teknologi ini menjadi kunci dalam mencapai target penurunan emisi GRK.
Selain itu, SIG mengembangkan energi terbarukan dengan mengimplementasikan panel surya pada unit operasionalnya. Langkah ini diperkuat dengan pemanfaatan gas panas buang dari proses produksi semen melalui sistem Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG).
Peningkatan Thermal Substitution Rate (TSR)
Thermal Substitution Rate (TSR) domestik SIG juga menunjukkan peningkatan dari 7,27% pada 2023 menjadi 7,56% pada 2024. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan SIG dalam memperluas penggunaan bahan bakar alternatif di seluruh fasilitas produksinya.
Komitmen SIG dalam Pengendalian Iklim
Vita menambahkan bahwa validasi SBTi menjadi bukti nyata komitmen SIG terhadap pengendalian perubahan iklim global. Dengan target ambisius yang telah dirancang secara ilmiah, SIG tidak hanya memimpin industri bahan bangunan di Indonesia tetapi juga menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menjalankan operasional yang ramah lingkungan.
“SIG bangga menjadi pionir di industri bahan bangunan dengan validasi SBTi. Kami bertekad melanjutkan langkah-langkah nyata untuk mengurangi emisi GRK melalui rencana aksi yang terukur dan implementasi teknologi inovatif,” kata Vita.
Dekarbonisasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
Inisiatif SIG dalam mendukung dekarbonisasi tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan tetapi juga meningkatkan daya saing perusahaan di kancah global. Dengan terus mengembangkan teknologi hijau dan bahan bakar alternatif, SIG membuktikan bahwa transformasi menuju bisnis yang rendah karbon adalah langkah strategis untuk masa depan yang berkelanjutan.












