Geser Kebawah
Internasional

Simbol Budaya & Militer Warnai Diplomasi Prabowo–Putin

66
×

Simbol Budaya & Militer Warnai Diplomasi Prabowo–Putin

Sebarkan artikel ini
Hadiah Persahabatan Prabowo-Putin Simbol Eratnya Diplomasi RI-Rusia
Pertukaran simbol militer dan budaya antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin jadi penegas hubungan strategis RI–Rusia dalam diplomasi antarnegara.

Simbol Kekuatan Budaya dan Militer Warnai Diplomasi Tingkat Tinggi

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di St. Petersburg, Jumat (20/6/2025), tak hanya menegaskan kemitraan strategis dua negara, tetapi juga menyuguhkan panggung diplomasi simbolik yang penuh makna.

Dalam suasana yang bersahabat dan penuh penghormatan, kedua kepala negara saling bertukar hadiah yang mencerminkan kekuatan inti negara masing-masing: militer dan budaya.

Sponsor
Iklan

Prabowo dan Putin tidak sekadar berdiplomasi lewat pernyataan resmi, melainkan memperkuat kedekatan politik melalui simbol-simbol identitas nasional.

Kehangatan pertemuan mereka seolah membuka ruang komunikasi baru yang mengedepankan penghargaan terhadap nilai dan kekuatan lokal.

Putin Hadirkan Apresiasi Terhadap Pemikiran Militer Prabowo

Presiden Putin memulai sesi pertukaran hadiah dengan sebuah kejutan: dua buku bersampul cokelat yang ditulis Prabowo semasa menjabat sebagai Menteri Pertahanan, berjudul Kepemimpinan Militer.

Buku itu telah diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia dan diterbitkan secara resmi sebagai bentuk penghormatan terhadap pemikiran Prabowo dalam strategi dan doktrin militer.

“Bapak Presiden, selama Bapak sebagai Menteri Pertahanan menulis buku mengenai Kepemimpinan Militer, kami menerjemahkan ke bahasa Rusia dan menerbitkannya,” tutur Putin sambil menyerahkannya.

Penghargaan terhadap pemikiran tersebut menjadi simbol pengakuan Rusia terhadap kontribusi Prabowo dalam pengembangan visi pertahanan.

Tindakan ini mengisyaratkan bahwa Rusia tidak hanya menjalin hubungan bilateral, tetapi juga menyimak dan mengadopsi narasi pertahanan dari kawasan Asia Tenggara.

Garuda dan Keris: Simbol Nasionalisme dan Warisan Nusantara

Sebagai bentuk balasan, Prabowo mempersembahkan dua simbol nasional Indonesia yang sarat nilai: patung miniatur Burung Garuda dan sebilah keris khas Bali.

“Garuda adalah lambang dari negara kami,” ujar Prabowo sambil menyerahkan cendera mata pertama.

Garuda dalam hal ini bukan hanya sekadar lambang negara, melainkan simbol keberdaulatan, keadilan, dan kekuatan yang mengakar dari nilai-nilai Pancasila.

Kemudian, Prabowo menyerahkan keris dengan mengungkapkan bahwa senjata tradisional itu berasal dari Bali dan menyebutnya sebagai “Keris Pattimura”.

Keris ini melambangkan keberanian, kehormatan, dan jiwa perlawanan, nilai-nilai yang juga lekat dengan sejarah perjuangan Indonesia melawan kolonialisme.

Pedang Perwira dan Koin: Tradisi Militer dan Diplomasi Rusia

Putin tak hanya berhenti pada buku, ia juga memberikan pedang perwira sebagai hadiah kehormatan untuk Prabowo.

“Dan itu pedang perwira, saya juga ingin menghadiahi itu untuk Bapak Presiden,” ujarnya.

Pedang tersebut menjadi simbol keberanian dan kehormatan dalam militer Rusia, yang maknanya sangat sejajar dengan latar belakang militer Prabowo.

Lebih lanjut, Putin menyerahkan sebuah koin yang disebutnya sebagai bagian dari tradisi Rusia dalam menjalin persahabatan.

“Itu tradisi Rusia, harus memberikan koin,” ucap Putin sambil tersenyum.

Prabowo menerima dengan hangat dan menanggapi dengan menyebut satu cendera mata tambahan dari pihak Indonesia berupa keris.

“Terima kasih, dan ini keris. Ini keris dari Bali. Ini Pattimura,” ucap Prabowo dengan penuh keyakinan.

Persahabatan yang Dikuatkan oleh Warisan, Bukan Hanya Kepentingan

Pertukaran hadiah yang berlangsung di antara kedua pemimpin negara ini membawa pesan mendalam: diplomasi modern tak melulu soal kesepakatan ekonomi atau militer, tetapi juga soal penghargaan terhadap warisan masing-masing bangsa.

Putin memilih untuk mengangkat kontribusi intelektual Prabowo sebagai jembatan komunikasi strategis.

Sementara Prabowo menegaskan bahwa Indonesia hadir di meja diplomasi bukan hanya sebagai negara besar secara populasi, tetapi juga kaya nilai, sejarah, dan identitas.

Melalui simbol-simbol ini, hubungan bilateral RI–Rusia tidak hanya menjadi formalitas antarnegara, melainkan tumbuh menjadi relasi yang kuat, saling mengakui, dan berakar dalam penghormatan budaya serta militer.

Tinggalkan Balasan