Geser Kebawah
BisnisTelekomunikasi

Skema KSO Dinilai Akan Mempercepat Penetrasi Jaringan Broadband di RI

107
×

Skema KSO Dinilai Akan Mempercepat Penetrasi Jaringan Broadband di RI

Sebarkan artikel ini
skema kso dinilai akan mempercepat penetrasi jaringan broadband di ri kompres
PT Remala Abadi Tbk. (DATA) optimistis skema KSO dapat mempercepat penetrasi broadband di Indonesia serta mendukung kewirausahaan.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Agar ekspansi PT Remala Abadi Tbk. (DATA) semakin cepat, Agus Setiono, Direktur Utama PT Remala Abadi mengatakan, perseroan akan mengeksekusi sejumlah strategi bisnis pada tahun 2025.

Salah satu fokus utama adalah pengoptimalan infrastruktur telekomunikasi yang selama ini telah dimiliki oleh perseroan.

Sponsor
Iklan

Salah satu strategi yang dinilai akan diminati oleh masyarakat adalah skema kerja sama operasi (KSO). Dengan skema ini, DATA akan melibatkan peran aktif masyarakat dalam menyediakan layanan broadband di Indonesia.

Manajemen optimistis skema KSO ini selain mempercepat penetrasi jaringan broadband, juga dapat mendorong semangat kewirausahaan masyarakat Indonesia.

“Dalam era digital yang penuh perubahan cepat dan kemajuan teknologi, kewirausahaan semakin menjadi pilihan menarik bagi masyarakat. Dalam konteks membangkitkan semangat kewirausahaan bagi generasi muda, inovasi menjadi semakin penting.

Konsep KSO ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh perseroan untuk mempercepat penyediaan layanan broadband dan menumbuhkan semangat kewirausahaan,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/1/2025).

Dengan dukungan iForte sebagai investor strategis di DATA dan penerapan konsep KSO dalam penggelaran jaringan, Agus optimistis bahwa kinerja keuangan perseroan di tahun 2025 akan meningkat. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (CAPEX) antara Rp 250 miliar hingga Rp 500 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan jaringan di Jabodetabek, Jawa, Bali, serta pemeliharaan jaringan yang sudah ada dan pengembangan bisnis lainnya yang telah direncanakan oleh perseroan untuk tahun 2025.

“Sumber dana untuk CAPEX masih kita bahas di internal perseroan. Kami akan menginformasikan dalam keterbukaan informasi jika nanti sudah diputuskan. Dengan CAPEX yang direncanakan ini, manajemen optimistis bahwa kinerja perseroan akan lebih baik dari tahun 2024,” jelas Agus.

Pada tahun 2025, DATA akan terus agresif dalam melakukan penggelaran jaringan baik untuk segmen korporasi melalui merek Tachyon maupun segmen residensial (FTTH) dengan Nethome. Target DATA di tahun ini adalah menambah 500 ribu jaringan internet home connect.

“Hingga September 2024, jumlah home connect Remala mencapai 162.390. Dengan masuknya Djarum melalui iForte sebagai investor strategis di Remala, manajemen semakin optimis untuk terus mengembangkan jaringan, baik di segmen korporasi maupun residensial.

Remala juga dapat memanfaatkan dan mengoptimalkan jaringan backbone yang telah dimiliki oleh anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR),” jelas Agus.

Audit Laporan Keuangan

Proses audit laporan keuangan PT Remala Abadi Tbk. (DATA) untuk tahun buku 2024 masih berlangsung. Agus Setiono optimis bahwa kinerja keuangan dan target yang ditetapkan oleh manajemen untuk tahun 2024 akan tercapai.

Dari hasil kinerja keuangan tahun 2024, DATA menunjukkan pertumbuhan yang positif. Perseroan juga berhasil melakukan efisiensi yang berdampak baik terhadap laba bersih maupun laba sebelum pajak.

“Saat ini, proses audit laporan keuangan tahun 2024 tengah dilakukan. Dalam waktu dekat, kami akan menyampaikan hasil laporan keuangan audit perseroan.

Saat ini yang dapat kami sampaikan adalah bahwa manajemen optimis kinerja keuangan perseroan sesuai dengan target yang telah ditetapkan di awal tahun 2024. Tentunya, kinerja ini lebih baik dibandingkan dengan akhir tahun 2023,” ungkap Agus.

Jika merujuk pada laporan keuangan DATA per 30 September 2024 yang telah melalui Limited Review oleh KAP Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan, kinerja DATA terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Pada periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2023, pendapatan DATA hanya Rp 220 miliar. Namun, pendapatan ini meningkat sebesar Rp 29 miliar, sehingga pada periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2024, pendapatan berhasil menyentuh Rp 249 miliar.

Laba bersih perseroan juga mengalami lonjakan signifikan. Pada periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2024, laba bersih DATA mencapai Rp 51,9 miliar, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 25,4 miliar atau naik sebesar 104,14%.

Peningkatan laba bersih ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 13,10% dari segmen penjualan retail, corporate, dan government serta efisiensi beban pokok pendapatan sebesar 30,48%.

Total ekuitas DATA per 30 September 2024 mencapai Rp 213 miliar, meningkat dari Rp 111 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Aset perseroan juga naik menjadi Rp 311,5 miliar dari Rp 152,9 miliar.

Kinerja keuangan yang positif ini juga tercermin dari peningkatan rasio laba bersih perseroan. Jika pada September 2023 rasio laba bersih hanya 11,56%, maka pada September 2024 telah meningkat menjadi 20,87%.

Performa keuangan yang solid ini juga didukung oleh peningkatan EBITDA perseroan. Jika pada September 2023 EBITDA hanya Rp 57,3 miliar, maka pada September 2024 EBITDA mencapai Rp 108,3 miliar.

Rasio EBITDA pun meningkat dari 26,04% pada 30 September 2023 menjadi 43,51% pada 30 September 2024.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru