Sinergi Infrastruktur Menuju Internet Inklusif
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (IDX:WIFI) atau Surge bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (IDX:TLKM) dan anak usahanya PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) resmi menjalin kemitraan strategis.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan pada 26 Mei 2025, menjadi fondasi kolaborasi infrastruktur jaringan dan pengembangan ekosistem internet nasional.
Kesepakatan ini bertujuan mempercepat akses digital merata ke seluruh penjuru negeri. Tiga entitas tersebut menyatukan kekuatan untuk menghadirkan layanan internet yang lebih inklusif, terjangkau, dan berkelanjutan bagi lebih dari 40 juta rumah tangga Indonesia.
Akses Digital untuk Semua Lapisan Masyarakat
Muhammad Rofik, EVP Divisi Wholesale Service Telkom, menyebut kerja sama ini sebagai bentuk nyata komitmen memperluas konektivitas nasional.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam memastikan setiap lapisan masyarakat bisa menikmati internet yang andal.
Dengan mengintegrasikan kekuatan infrastruktur dan teknologi dari Surge, Telkom, dan TIF, proyek ini menyasar percepatan transformasi digital hingga pelosok.
Baca Juga: DSSA Fokus Energi Hijau dan Digital di Tengah Tekanan
Hal ini tidak hanya menyentuh kota besar, tetapi juga wilayah yang selama ini minim infrastruktur digital.
Surge Siap Jadi Motor Transformasi Digital
Director Surge, Moh Mustaghfirin, menegaskan komitmen pihaknya untuk berperan aktif dalam misi besar ini. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk mewujudkan Internet Rakyat yang merata.
Senada dengan itu, Direktur Utama TIF, I Ketut Budi Utama, menyebut infrastruktur pasif dan layanan managed service yang dimiliki TIF siap menopang inisiatif ini.
Ia menilai peran TIF akan menjadi tulang punggung pengembangan jaringan dalam mendukung aksesibilitas digital nasional.
Kolaborasi Teknis Strategis Berskala Nasional
MoU ini mencakup berbagai aspek strategis dalam pembangunan jaringan digital. Mulai dari metro-ethernet dan IP Transit, layanan berbasis cloud dan messaging, hingga optimalisasi Edge Data Center (neuCentrIX).
[tradingview_chart symbol=”IDX:TLKM” height=”360″ theme=”light”]
Tidak hanya itu, pemanfaatan infrastruktur pasif seperti ducting kabel optik, dark fiber, tower, dan tiang juga menjadi bagian penting kerja sama. Teknologi FTTX melalui skema VULA pun akan diterapkan secara progresif.
Menuju Implementasi Teknis dan Komersial
Kolaborasi ini menandai babak baru sinergi antarlembaga digital nasional. Ketiganya sepakat untuk segera melanjutkan kerja sama ke tahap teknis dan komersial dalam waktu dekat.
Kerja sama ini diyakini akan memberi dampak langsung bagi masyarakat dan industri telekomunikasi. Harapannya, Internet Rakyat bukan sekadar wacana, tapi kenyataan yang segera dinikmati seluruh warga Indonesia.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











