Aster dan Sembcorp Jalin Kemitraan Strategis Lintas Kawasan
JAKARTA, BursaNusantara.com – Aster Chemicals and Energy, perusahaan hasil patungan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan Glencore, resmi meneken kerja sama strategis dengan Sembcorp Industries dalam bidang energi dan utilitas.
Dalam kolaborasi ini, Sembcorp akan menyediakan solusi gas, listrik, dan layanan utilitas bagi Aster yang mengoperasikan kompleks penyulingan dan kimia terintegrasi di Pulau Bukom dan Pulau Jurong, Singapura.
Nilai Kontrak Fantastis dan Cakupan Regional
Kerja sama ini memiliki nilai kontrak lebih dari SGD 650 juta atau sekitar Rp8,27 triliun (kurs Rp12.735). Selain itu, kedua pihak juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) berdurasi enam bulan.
Baca Juga: Akuisisi Kilang di Singapura TPIA: Dampak Besar bagi Indonesia
MoU tersebut membuka peluang eksplorasi inisiatif strategis yang mencakup wilayah Singapura, Indonesia, dan Asia Tenggara.
Beberapa fokus utamanya adalah proyek kogenerasi, pengadaan gas regional, investasi infrastruktur bersama, hingga pengembangan kawasan industri di Indonesia.
Visi Jangka Panjang Berbasis Keberlanjutan
CEO Grup Aster, Erwin Ciputra, menyatakan bahwa kemitraan dengan penyedia energi besar seperti Sembcorp menjadi langkah penting dalam mengelola energi dan lingkungan secara berkelanjutan di Asia.
“Kami menyatukan kekuatan untuk membentuk masa depan pengelolaan energi di kawasan. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami memberdayakan masyarakat melalui masa depan energi yang bertanggung jawab,” ujar Erwin dalam keterangan resmi, Kamis (15/5).
Baca Juga: Kinerja AKRA 2024: Pendapatan Turun, Laba Kuartal IV Melonjak 62%
Sementara itu, Presiden & CEO Divisi Gas dan Layanan Terkait Sembcorp, Koh Chiap Khiong, menegaskan pentingnya kerja sama ini untuk mendukung pertumbuhan infrastruktur penting di kawasan.
“Kami memberikan solusi terintegrasi demi daya saing, keandalan, ketahanan pasokan, serta keberlanjutan bagi mitra dan pelanggan kami,” katanya.
Tidak Berdampak Signifikan pada Kinerja Keuangan Sembcorp
Meski proyek ini bernilai besar, manajemen Sembcorp menyebutkan bahwa penandatanganan kontrak komersial dan MoU tersebut tidak akan berdampak material terhadap laba per saham dan nilai aset berwujud bersih per saham untuk tahun fiskal yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Baca Juga: RUPST Buyback ADRO Ditunda, Apa Rencana Besar di Baliknya?
Kemitraan ini menandai langkah konkret dalam memperkuat sinergi industri energi dan manufaktur lintas batas negara, sembari membuka jalur pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan untuk masa depan kawasan Asia Tenggara.











