Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

Waskita Beton Precast (WSBP) Lakukan Asset Disposal untuk Perkuat Likuiditas

153
×

Waskita Beton Precast (WSBP) Lakukan Asset Disposal untuk Perkuat Likuiditas

Sebarkan artikel ini
waskita beton precast (wsbp) lakukan asset disposal untuk perkuat likuiditas
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melelang aset non-produktif senilai Rp1,86 miliar guna memperkuat likuiditas dan efisiensi operasional.

Optimalisasi Aset, WSBP Gelar Lelang Peralatan Non-Produktif

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengambil langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi operasional dengan melaksanakan aksi korporasi Asset Disposal atas Peralatan Non-Produktif.

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat likuiditas serta mengurangi beban pemeliharaan aset yang sudah tidak produktif.

Sponsor
Iklan

Menurut Fandy Dewanto, Corporate Secretary WSBP, perusahaan telah menyelenggarakan proses penawaran dan penetapan pemenang dalam rangka Asset Disposal ini, bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palembang pada 27 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025.

Detail Aset yang Dilelang

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi, WSBP melelang 11 unit peralatan yang terdiri dari:

  • Batching Plant
  • Gantry Crane
  • Genset
  • Wheel Loader
  • Truck Mixer

Seluruh aset yang dilelang telah melalui proses penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik Firdaus, Ali, dan Rekan. Hasil lelang menetapkan harga total Rp1,86 miliar.

Dampak Positif Bagi Keuangan Perusahaan

Dana hasil lelang ini diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perusahaan serta dialokasikan untuk kegiatan yang lebih strategis dan produktif.

Fandy Dewanto menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan Perjanjian Perdamaian yang telah disahkan (homologasi), serta merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengurangi beban operasional yang tidak diperlukan.

“Kegiatan korporasi ini merupakan upaya WSBP untuk memaksimalkan penggunaan aset yang lebih produktif guna mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan perusahaan,” jelas Fandy dalam keterangannya.

Strategi Jangka Panjang WSBP

Keputusan Asset Disposal ini bukan hanya sekadar pelepasan aset, tetapi juga bagian dari strategi besar WSBP dalam merestrukturisasi keuangan perusahaan agar lebih sehat dan kompetitif. Dengan meningkatnya likuiditas, WSBP dapat lebih fokus pada pengembangan proyek-proyek baru yang lebih menguntungkan.

Selain itu, langkah ini diharapkan dapat membantu WSBP dalam memenuhi komitmen keuangan perusahaan, baik kepada kreditur maupun pemegang saham. Efisiensi yang diperoleh dari pelepasan aset non-produktif ini akan dialokasikan untuk mendukung operasional inti perusahaan, seperti investasi dalam teknologi konstruksi terbaru serta peningkatan kapasitas produksi beton pracetak.

Prospek Industri Konstruksi dan Peran WSBP

Industri konstruksi di Indonesia diprediksi akan terus berkembang, didorong oleh proyek infrastruktur besar yang sedang berjalan maupun yang direncanakan oleh pemerintah.

Sebagai salah satu pemain utama di industri beton pracetak, WSBP memiliki potensi besar untuk tetap tumbuh dan beradaptasi dengan dinamika pasar.

Dengan strategi optimalisasi aset ini, WSBP diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi serta daya saingnya di pasar konstruksi nasional. Ke depannya, perusahaan berencana untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas produk serta layanan guna memenuhi kebutuhan industri yang semakin berkembang.

Dengan langkah ini, WSBP menunjukkan komitmennya dalam efisiensi operasional dan optimalisasi aset, yang diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan dan daya saing perusahaan di industri konstruksi beton.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.