JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan terbatas pada penutupan perdagangan Jumat (9/5/2025).
Meskipun kenaikan tergolong tipis, pasar berhasil bertahan di zona hijau menjelang akhir pekan.
IHSG Menguat Tipis di Tengah Tekanan Asing
Data RTI menunjukkan IHSG naik 0,07% atau bertambah 5,05 poin ke level 6.832,8. Pergerakan indeks sepanjang hari berlangsung stabil, dengan rentang perdagangan antara 6.811 hingga 6.822.
Selama sepekan, IHSG tumbuh sebesar 0,25%, mencerminkan konsistensi pasar di tengah derasnya aksi jual investor asing.
Baca Juga: Trump Janjikan Pengumuman yang ‘Mengguncang Dunia’
Investor Asing Masih Catatkan Net Sell Signifikan
Meski indeks menguat, arus modal asing menunjukkan arah berlawanan. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 562,68 miliar di seluruh pasar pada hari Jumat. Jika dihitung sejak awal pekan, total net sell asing telah menembus Rp 2,56 triliun.
Tekanan jual ini menandakan kehati-hatian pelaku pasar global terhadap kondisi makro dan gejolak eksternal yang masih berlanjut.
Daftar Saham Pilihan Asing yang Diborong Sepekan
Meskipun tekanan jual tinggi, ada sejumlah saham yang tetap dikoleksi investor asing dalam jumlah besar. Berikut 10 saham dengan nilai net buy asing tertinggi selama sepekan terakhir:
Baca Juga: Dorongan Revisi Tarif Cukai, Industri Rokok Perlu Nafas Baru
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp 909,95 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp 681,68 miliar
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) – Rp 241,44 miliar
- PT Indosat Tbk (ISAT) – Rp 72,78 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp 62,94 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) – Rp 55,89 miliar
- PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) – Rp 42,72 miliar
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) – Rp 39,6 miliar
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) – Rp 37,87 miliar
- PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) – Rp 35,05 miliar
Di tengah arah pasar yang fluktuatif, strategi koleksi selektif dari investor asing memberi sinyal bahwa peluang tetap terbuka bagi saham-saham unggulan yang mampu bertahan dari tekanan global.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












