JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), bagian dari holding BUMN tambang MIND ID, mencatatkan belanja eksplorasi sebesar Rp 45,54 miliar sepanjang kuartal I-2025.
Angka ini disampaikan Sekretaris Perusahaan Antam, Syarif Faisal Alkadrie dalam laporan resmi yang dirilis Kamis (08/05).
Fokus Eksplorasi: Emas, Nikel, dan Bauksit Jadi Prioritas
Kegiatan eksplorasi Antam sepanjang tiga bulan pertama tahun ini diarahkan pada tiga komoditas utama: emas, nikel, dan bauksit.
Baca Juga: Antam Percepat Proyek Tembaga Raksasa Dengan Vale di Hu’u NTB
Eksplorasi dilakukan untuk mendukung keberlangsungan operasi serta proyek-proyek pengembangan yang sedang berjalan maupun akan datang.
Pada komoditas emas, Antam melanjutkan eksplorasi intensif di Tambang Pongkor, Jawa Barat. Aktivitas utama meliputi pengeboran bawah tanah (in mine drilling) dan pengeboran dalam dari permukaan (deep drilling).
Lokasi ini tetap menjadi andalan dalam menopang produksi jangka pendek perusahaan.
Ekspansi Nikel dan Bauksit Menjangkau Kawasan Timur Indonesia
Untuk nikel, eksplorasi difokuskan di dua wilayah utama: Konawe Utara dan Pomalaa di Sulawesi Tenggara. Di kedua lokasi ini, Antam tengah membangun infrastruktur pendukung untuk menunjang operasi jangka panjang.
Baca Juga: Antam Catat Rekor Pendapatan dan Laba Tertinggi FY24
Di luar wilayah Sulawesi, anak usaha Antam, PT Sumberdaya Arindo, juga mengembangkan eksplorasi nikel di wilayah Buli, Maluku Utara. Aktivitas ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat cadangan nikel nasional.
Pada sisi bauksit, eksplorasi dilakukan di dua titik strategis di Kalimantan Barat, yakni Tayan dan Landak. Antam terus menjajaki potensi cadangan baru demi memastikan keberlanjutan operasional komoditas ini.
IUP Baru Dikejar, Produksi Emas Ditopang Freeport
Direktur Utama Antam, Nicolas Carter, mengonfirmasi bahwa perusahaan saat ini sedang mengupayakan perolehan Izin Usaha Pertambangan (IUP) baru.
Baca Juga: MIND ID Percepat Proyek SGAR Fase II, Target Operasi 2025
Langkah ini penting mengingat cadangan emas di Pongkor diprediksi hanya bertahan 2–3 tahun lagi. Antam pun menggandeng pemerintah guna merealisasikan izin tersebut.
Di saat yang sama, Antam juga menjaga kestabilan pasokan emas dengan memanfaatkan kontrak pembelian emas dari PT Freeport Indonesia (PTFI) sebanyak 30 ton per tahun.
Menurut Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arianto Sabtonugroho, strategi ini ditujukan untuk mempertahankan level produksi agar setara dengan tahun lalu, termasuk melalui optimalisasi operasi Pongkor.
Selama kuartal I-2025, Antam berhasil mencatatkan produksi emas sebesar 230 kg atau 7.395 troy oz, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 39% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 166 kg atau 5.337 troy oz.
Baca Juga: Antam Bukukan Rekor Penjualan Emas dan Genjot Hilirisasi
Dengan fondasi produksi yang kuat dan eksplorasi yang agresif, Antam tampaknya tidak akan kehilangan daya saing dalam waktu dekat.








