Geser Kebawah
BisnisProperti

Emiten BEI Dukung 3 Juta Rumah, Ini Proyek dan Dampaknya

100
×

Emiten BEI Dukung 3 Juta Rumah, Ini Proyek dan Dampaknya

Sebarkan artikel ini
Emiten BEI Dukung 3 Juta Rumah, Ini Proyek dan Dampaknya
Sejumlah emiten seperti HRUM, ADMR, ASII, hingga Lippo Group terlibat dalam pembangunan dan renovasi rumah melalui CSR. Ini dampaknya bagi investor.

Emiten Turun Tangan Dukung Program 3 Juta Rumah

JAKARTA, BursaNusantara.com – Komitmen sektor swasta dalam mendukung target pembangunan 3 juta rumah mulai terlihat di pasar modal.

Sejumlah emiten papan atas di Bursa Efek Indonesia (BEI) terlibat aktif melalui program tanggung jawab sosial atau CSR.

Sponsor
Iklan

Meski tak bersifat profit-oriented, kontribusi mereka dianggap sebagai bentuk nyata dukungan terhadap agenda pemerintah di sektor perumahan.

Kegiatan ini meliputi pembangunan rumah baru hingga renovasi rumah tak layak huni (RTLH).

Siapa Saja Emiten yang Terlibat?

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebutkan beberapa perusahaan besar telah berpartisipasi.

Baca Juga: Bahlil & ESDM Soroti Blok Migas Mangkrak, Produksi Terhambat

Di antaranya PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Adaro Mineral Indonesia Tbk (ADMR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

Selain itu, konglomerasi Agung Sedayu Group, Salim Group, dan Lippo Group juga tercatat dalam daftar. Bahkan, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia turut mengambil peran besar dalam renovasi rumah di berbagai daerah.

Detail Kontribusi Emiten dan Konglomerasi

HRUM membangun 30 unit rumah apung di Muara Angke dan merencanakan 35 unit tambahan di Subang, Jawa Barat, senilai Rp150 juta per unit.

ADMR dan BRAU masing-masing tengah membangun 500 unit rumah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Baca Juga: BSI Salurkan KUR Tanpa Agunan Mei 2025 Simak Cara & Syaratnya

ASII menargetkan pembangunan 250 unit rumah, sementara BRPT fokus pada renovasi 1.000 unit rumah di Jakarta dan Banten. Lippo Group merencanakan renovasi 1.500 rumah di tiga wilayah berbeda, termasuk Bekasi dan Tangerang.

Agung Sedayu Group akan membangun 250 unit di Tangerang dan bekerja sama dengan Salim Group membangun 500 unit rumah di Sebuku, Kalimantan Selatan.

Peran Yayasan dan Potensi Keterlibatan Lain

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, yang dipimpin Sugianto Kusuma (Aguan), akan merenovasi 2.000 rumah yang tersebar di Jawa Tengah, Banten, Bogor, Depok, Jakarta, dan Bandung. Renovasi dilakukan bertahap dengan fokus pada rumah tidak layak huni.

Sementara itu, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) belum disebut langsung oleh pemerintah. Namun, Corporate Secretary PANI Christy Grassela menyatakan pihaknya sedang dalam proses koordinasi dan berpotensi ikut serta melalui Agung Sedayu Group.

Apa Dampaknya bagi Kinerja Keuangan?

Para analis sepakat bahwa kontribusi melalui CSR tidak akan membebani keuangan emiten secara signifikan. Fath Aliansyah Budiman dari Maybank Sekuritas menyebut dana CSR memang bukan untuk mencari keuntungan langsung.

Ia juga menilai pentingnya mencermati lokasi proyek dan bentuk kontribusi, apakah pembangunan dari nol atau sekadar renovasi.

Hal itu berpengaruh terhadap persepsi nilai sosial dan biaya yang dikeluarkan perusahaan.

Reputasi ESG Jadi Sorotan

Ekky Topan dari Infovesta Kapital Advisori menilai program ini bisa memperkuat posisi perusahaan di mata regulator. Menurutnya, kontribusi CSR dapat membuka peluang bisnis lanjutan ke depan.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menyoroti aspek reputasi ESG. Ia menyebut bahwa emiten yang aktif dalam inisiatif sosial seperti ini memiliki keunggulan citra yang bisa dikapitalisasi, terutama bila terkait dengan lini bisnis properti.

Saham yang Direkomendasikan

Sukarno Alatas merekomendasikan saham ASII sebagai yang paling prospektif karena model bisnisnya yang terdiversifikasi.

Ia memberikan rekomendasi Buy untuk ASII dengan target harga Rp5.200 per saham, sementara ADMR dan BRPT diberi status Hold dengan target masing-masing Rp1.060 dan Rp980.

Dukungan aktif terhadap program pemerintah ini menunjukkan bahwa CSR bisa memberi dampak strategis lebih dari sekadar kepatuhan sosial.

Investor pun mulai menaruh perhatian pada kontribusi jangka panjang dari sisi ESG dan reputasi.

Jika ada yang ingin direvisi, dijadikan versi dokumen, atau dipersiapkan untuk platform distribusi berita, beri tahu saja. Saya siap bantu kapan saja.