Geser Kebawah
BisnisEnergi

Harga BBM Non-Subsidi Turun, Persaingan SPBU Meningkat

116
×

Harga BBM Non-Subsidi Turun, Persaingan SPBU Meningkat

Sebarkan artikel ini
Harga BBM Non-Subsidi Turun, Persaingan SPBU Meningkat
BBM non-subsidi turun di seluruh SPBU mulai 1 Mei 2025. Pertamina, Shell, BP-AKR dan VIVO saling berlomba menarik konsumen lewat promo dan cashback.

Harga BBM Turun Mei 2025, SPBU Gencarkan Promo dan Cashback

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dari berbagai operator resmi turun mulai 1 Mei 2025.

Penurunan ini diikuti dengan promosi agresif dari Pertamina, Shell, BP-AKR, dan VIVO demi menarik minat konsumen.

Sponsor
Iklan

Langkah ini tak hanya berdampak positif bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan bagaimana persaingan di sektor ritel energi semakin kompetitif.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, mengatakan bahwa harga BBM diturunkan mengikuti fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Baca Juga: Harga BBM Non-Subsidi Turun, Konsumen Diuntungkan Promo Berlapis

“Penyesuaian harga ini tetap memperhatikan prinsip keekonomian, dan kami pastikan tetap paling kompetitif,” jelasnya.

Penurunan harga juga dibarengi dengan berbagai promo seperti cashback, diskon pembelian, dan bonus loyalty points bagi pengguna aplikasi MyPertamina.

Harga BBM Pertamina Mei 2025

Berikut harga BBM Pertamina non-subsidi per 1 Mei 2025 (wilayah dengan PBBKB 5% seperti DKI Jakarta):

Baca Juga: Izin Impor BBM Di Revisi Menteri ESDM, Ekspor Minyak Dilarang




  • Pertamax (RON 92): Rp 12.400/liter
  • Pertamax Green (RON 95): Rp 13.150/liter
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.300/liter
  • Dexlite (CN 51): Rp 13.350/liter
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp 13.750/liter

Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap:

  • Pertalite: Rp 10.000/liter
  • Bio Solar: Rp 6.800/liter

Program promosi Pertamina meliputi:

  • Diskon Rp 300/liter di hari Senin (I Like Monday)
  • Cashback dan bonus poin saat transaksi Jumat (Thank God It’s Fuel Day)
  • Tambahan double points setiap akhir pekan
  • Cashback ekstra via e-wallet & kartu kredit

Baca Juga: Rupiah Masih Kuat, Pasar Tunggu Sinyal BI




Harga BBM Shell Turun Bertahap

Shell Indonesia turut menurunkan harga BBM mereka. Berikut harga baru per 1 Mei 2025:

  • Shell Super: Rp 12.730/liter (turun dari Rp 12.920)
  • Shell V-Power: Rp 13.170/liter (turun dari Rp 13.370)
  • Shell V-Power Diesel: Rp 13.810/liter (turun dari Rp 14.060)
  • Shell V-Power Nitro+: Rp 13.360/liter (turun dari Rp 13.550)

Harga ini berlaku di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

BP-AKR dan VIVO Juga Ikut Turunkan Harga

SPBU BP-AKR tak mau ketinggalan. Mereka menyesuaikan harga BBM-nya mulai awal Mei 2025:

  • BP 92: Rp 12.600/liter (turun dari Rp 12.800)
  • BP Ultimate: Rp 13.170/liter (turun dari Rp 13.370)
  • BP Ultimate Diesel: Rp 13.810/liter (turun dari Rp 14.060)

Baca Juga: Investor Asing Borong Saham, IHSG Tembus 7.100




Untuk SPBU VIVO, harga BBM juga lebih murah dibanding bulan sebelumnya:

  • Revvo 90: Rp 12.650/liter (turun dari Rp 12.700)
  • Revvo 92: Rp 12.730/liter (turun dari Rp 12.290)
  • Revvo 95: Rp 13.170/liter (turun dari Rp 13.370)
  • Primus Diesel: Rp 13.810/liter (turun dari Rp 14.060)

Konsumen Diuntungkan, Persaingan SPBU Kian Ketat

Penurunan harga serentak di berbagai operator menunjukkan respons terhadap dinamika harga minyak global yang mulai melandai.

Namun lebih dari itu, konsumen kini diuntungkan tidak hanya dari sisi harga, tetapi juga manfaat tambahan yang ditawarkan tiap penyedia BBM.

Baca Juga: BSI Salurkan KUR Tanpa Agunan Mei 2025 Simak Cara & Syaratnya




Promo diskon per liter, cashback, hingga program loyalti membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan.

Menurut pengamat energi dari Energy Watch Indonesia, tren seperti ini akan membuat persaingan antar SPBU lebih sehat dan transparan.

“Sekarang masyarakat lebih pintar memilih, tidak hanya berdasarkan harga, tapi juga layanan digital dan insentif,” ujarnya.

Dengan harga minyak dunia yang masih fluktuatif, tidak menutup kemungkinan penyesuaian harga akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: CNAF Pacu Pembiayaan Rp3,65 T Lewat Digitalisasi




Namun satu hal pasti, tren harga BBM yang lebih terjangkau saat ini memberikan angin segar bagi pengguna kendaraan pribadi dan pelaku logistik.

Di sisi lain, langkah ini juga mendorong akselerasi digitalisasi sektor hilir migas, terutama lewat pemanfaatan aplikasi pembayaran seperti MyPertamina dan platform loyalty lain.

Langkah serentak yang dilakukan SPBU ini memperlihatkan bahwa sektor ritel energi nasional sudah memasuki era kompetisi berbasis layanan dan pengalaman pelanggan, bukan semata harga.