HeadlineKomoditasPasar

Harga Minyak Dunia Labil: Emas Naik, Batu Bara Ambruk!

37

Wacana Damai Timur Tengah Guncang Valuasi Logam dan Energi

JAKARTA, BursaNusantara.com – Ilusi stabilitas di pasar energi kembali memakan korban saat fluktuasi geopolitik menghancurkan batas pertahanan teknikal dalam semalam.

Pergerakan Harga Minyak Dunia kembali menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Kamis pagi waktu Asia.

Apresiasi ini terjadi setelah komoditas energi tersebut sempat anjlok tajam lebih dari 7 persen pada hari Rabu.

Kejatuhan brutal tersebut sempat memaksa harga minyak menyentuh level terendah dalam kurun waktu dua pekan terakhir.

Pasar kini secara aktif merespons optimisme terkait potensi kesepakatan damai di kawasan Timur Tengah.

Perjanjian diplomatik tersebut diharapkan dapat segera mengakhiri eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Anomali Brent dan WTI: Sinyal Tarik Ulur Energi

Pergerakan liar komoditas ini memberikan sinyal peringatan bagi investor bahwa sentimen damai belum sepenuhnya direspons sebagai pijakan fundamental yang solid.

Berdasarkan data perdagangan pagi, harga minyak Brent tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,9 persen.

Peningkatan persentase tersebut membawa nilai kontrak Brent merangkak ke level USD 102,15 per barel.

Sementara itu, minyak mentah WTI terpantau ikut menguat dengan margin sebesar 1,2 persen.

Dorongan aksi beli tersebut mengangkat harga acuan WTI menuju level USD 96,20 per barel.

Namun, pembaruan data pada sore hari justru menunjukkan pembalikan arah yang siap menekan likuiditas pemodal.

Minyak WTI berbalik memerah dan mengalami pelemahan sebesar 0,42 persen.

Koreksi tipis tersebut menekan harga WTI kembali ke titik USD 94,63 per barel.

Efek Domino: Batu Bara Ambruk Saat Emas Mengkilap

Kejatuhan harga energi hitam menjadi bukti nyata bahwa emiten pertambangan sangat rentan terhadap efek domino dari pergerakan liar nilai minyak mentah.

Harga batu bara terpantau ambruk menyusul jatuhnya harga minyak global secara ekstrem sehari sebelumnya.

Komoditas andalan ekspor nasional ini ditutup melemah tajam di angka 3,51 persen.

Koreksi masif tersebut menjatuhkan harga batu bara secara paksa ke level USD 134,8 per ton.

Di sisi lain, pelaku pasar menjadikan logam mulia sebagai tempat berlindung sembari menunggu kepastian draf kesepakatan Amerika-Iran.

Harga emas spot pada awalnya tercatat bergerak stabil di level USD 4.680,16 per troy ounce.

Menjelang sore hari, aset safe haven ini justru mempertegas tren penguatannya dengan lonjakan 1,15 persen.

Apresiasi persentase tersebut membawa harga emas melesat menembus level USD 4.748 per troy ounce.

Divergensi Nikel dan CPO di Tengah Ketidakpastian

Perbedaan arah antara logam industri dan minyak nabati memaksa investor untuk lebih selektif dalam melakukan rotasi sektoral guna menghindari jebakan valuasi semu.

Pemantauan transaksi pasar pada sore hari memperlihatkan pergerakan harga komoditas nikel yang cukup tangguh.

Komoditas bahan baku baterai ini sukses mencatatkan penguatan sebesar 0,66 persen.

Apresiasi nilai tersebut menempatkan posisi harga nikel di level USD 19.340 per metrik ton.

Nasib berbeda justru dialami oleh transaksi komoditas minyak kelapa sawit mentah atau CPO.

Harga acuan CPO terpantau mengalami koreksi pelemahan sebesar 0,48 persen.

Penurunan ringan ini menekan mundur nilai transaksi CPO ke level RM 4.571 per ton.

Volatilitas ekstrem yang melanda seluruh spektrum komoditas ini mewajibkan pelaku pasar untuk menerapkan manajemen risiko portofolio yang sangat disiplin.

Kepastian realisasi kesepakatan damai Timur Tengah akan menjadi penentu absolut apakah tren bullish aset aman akan terhenti atau justru memicu rotasi modal besar-besaran kembali ke sektor energi fosil.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version