Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

ICBP dan INDF Tancap Gas, ROTI Malah Gagal Tumbuh

165
×

ICBP dan INDF Tancap Gas, ROTI Malah Gagal Tumbuh

Sebarkan artikel ini
ICBP dan INDF Tancap Gas, ROTI Malah Gagal Tumbuh
Emiten Grup Salim catat laba melonjak di kuartal I-2025, tapi ROTI justru tersendat dengan kinerja merosot drastis.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Deretan emiten di bawah bendera Grup Salim menunjukkan performa cemerlang pada awal tahun 2025. Di saat mayoritas lini bisnis mereka mencatat lonjakan laba, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) justru tersandung penurunan kinerja yang cukup dalam.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menjadi salah satu motor utama pertumbuhan. Emiten yang identik dengan produk makanan instan ini berhasil mencetak laba tahun berjalan sebesar Rp 2,65 triliun, atau tumbuh 12,95% secara tahunan.

Sponsor
Iklan

Penjualannya pun meningkat 1,32% menjadi Rp 20,18 triliun, menandakan daya beli terhadap produk makanan pokok masih relatif stabil.

Tak mau ketinggalan, induk usahanya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), juga menunjukkan performa positif.

Baca Juga: Anthoni Salim: Rekomendasi Saham Konsumer untuk 2025

Kinerja Positif dari ICBP dan INDF

Pada kuartal I-2025, ICBP mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2,65 triliun.

Angka ini meningkat 12,95% secara tahunan (YoY) dari Rp 2,35 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Penjualan neto ICBP juga tumbuh sebesar 1,32% menjadi Rp 20,18 triliun, dibandingkan dengan Rp 19,92 triliun pada kuartal I-2024.

Tidak ketinggalan, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan sebesar Rp 2,72 triliun.

Baca Juga: Raja Roti Cemerlang (BRRC) IPO dengan Waran, Siapa Pengendalinya?

Ini merupakan peningkatan 11,20% YoY dari Rp 2,44 triliun.

Pendapatan INDF mengalami kenaikan 2,48% YoY, mencapai Rp 31,55 triliun pada kuartal pertama 2025, dibandingkan dengan Rp 30,79 triliun pada kuartal I-2024.

Pertumbuhan Signifikan di DNET

Sementara itu, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) mencatatkan lonjakan laba yang luar biasa.

Laba DNET melonjak 185,62% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Laba Indofood (INDF) Naik 16% di 2024, ICBP Tumbuh Solid

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan juga meningkat 9,90% YoY, mencapai Rp 379,40 miliar.

Kinerja Negatif dari ROTI

Namun, tidak semua emiten Grup Salim mencatatkan hasil positif. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mengalami penurunan yang signifikan.

Laba ROTI turun hingga 68,69% YoY, menjadi hanya Rp 23,1 miliar pada kuartal I-2025.

Sementara itu, pendapatan ROTI juga terkoreksi 9,63% YoY.

Menurut analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer, sebagian besar emiten Grup Salim berhasil mempertahankan pertumbuhan yang solid pada kuartal I-2025.

Baca Juga: Investor Asing Borong Saham BREN, TLKM, INDF, dan CUAN di Januari 2025

Pencapaian ini didorong oleh stabilnya permintaan produk makanan pokok serta efisiensi operasional yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Namun, untuk ROTI, penurunan kinerja lebih banyak disebabkan oleh penurunan penjualan di segmen utama mereka, yaitu roti tawar.

Penurunan ini berimbas pada pendapatan yang terkoreksi cukup signifikan.

Sentimen Positif di Kuartal II-2025

Meski ada tantangan, terutama dari penurunan daya beli masyarakat dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, beberapa sentimen positif berpotensi mendukung kinerja emiten konsumer dan ritel Grup Salim.

Salah satu faktor yang diperkirakan dapat memberikan dorongan adalah program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini diprediksi akan memberikan dorongan permintaan produk makanan olahan.

Outlook Saham ICBP dan INDF

Dari sisi valuasi saham, analis menilai saham INDF dan ICBP masih layak untuk diakumulasi.

Rekomendasi untuk saham INDF adalah hold dengan target harga Rp 8.200, sedangkan untuk saham ICBP, rekomendasi hold dengan target harga di kisaran Rp 11.850 hingga Rp 12.100.

Sebaliknya, saham ROTI cenderung netral, dengan pergerakan harga yang menunggu perbaikan kinerja lebih lanjut.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.