Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Impor China Turun, Harga Batu Bara Dunia Ikut Tertekan

114
×

Impor China Turun, Harga Batu Bara Dunia Ikut Tertekan

Sebarkan artikel ini
Impor China Turun, Harga Batu Bara Dunia Ikut Tertekan
Harga batu bara global melemah imbas turunnya impor batu bara China hingga 16% secara tahunan pada April 2025.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Tren pelemahan harga batu bara global berlanjut pada perdagangan Jumat (9/5/2025), didorong oleh sentimen negatif dari penurunan tajam impor batu bara China yang mencapai 16% secara tahunan pada April.

Melemahnya permintaan dari negara konsumen terbesar dunia ini memicu tekanan signifikan pada harga kontrak batu bara di berbagai bursa internasional.

Sponsor
Iklan

Harga Batu Bara Newcastle dan Rotterdam Bergerak Variatif

Di bursa ICE Newcastle, kontrak batu bara Mei 2025 justru mencatat kenaikan tipis sebesar US$ 0,4 menjadi US$ 98,9 per ton.

Baca Juga: Ancara Logistics (ALII) Targetkan Laba & Volume Jasa Naik Dua Kali Lipat

Namun untuk kontrak bulan Juni dan Juli 2025, harga terkoreksi masing-masing sebesar US$ 0,05 dan US$ 0,2 menjadi US$ 103,95 dan US$ 106,5 per ton.

Sementara itu, bursa ICE Rotterdam justru mengalami pelemahan lebih dalam. Kontrak Mei 2025 merosot US$ 0,7 menjadi US$ 96,05 per ton, sementara kontrak Juni anjlok US$ 1,35 ke level US$ 97,45 per ton. Kontrak Juli turut tertekan hingga turun US$ 1,15 menjadi US$ 97,4 per ton.

Impor China Terpangkas, Efek Dominonya Semakin Terasa

Merujuk data dari Bea Cukai China yang dirilis pada Jumat (9/5), volume impor batu bara Negeri Tirai Bambu pada April hanya mencapai 37,83 juta ton.

Baca Juga: Harga Batu Bara Terus Jatuh, Dampak Perang Dagang AS-China?

Angka ini turun drastis dibandingkan 45,25 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Fenomena ini memperpanjang tren negatif yang sudah berlangsung selama dua bulan berturut-turut, setelah sebelumnya mencatatkan lonjakan impor sejak November 2022.

Harga batu bara domestik China yang lebih murah menjadi pemicu utama turunnya minat impor. Menurut indeks Bohai-Rim Bay, harga batu bara termal berkalori 5.500 Kcal/kg tercatat di level 648 yuan (sekitar US$ 89,55) per ton per 8 Mei.

Ini merupakan level terendah sejak Maret 2021, dan turun signifikan dibandingkan posisi sebulan sebelumnya di 676 yuan.

Baca Juga: Harga Batu Bara Terjun Bebas di Tengah Perang Dagang AS-China, Bagaimana Nasib Industri?

Produksi Dalam Negeri Rekor, Margins Impor Semakin Terkikis

Tingginya pasokan batu bara dari produksi dalam negeri juga mempersempit ruang keuntungan untuk pelaku impor.

Pada Maret 2025, produksi domestik China dilaporkan mencapai rekor tertinggi sebesar 440,58 juta ton. Hal ini turut mempertegas dominasi pasokan lokal dan memperlemah ketergantungan terhadap batu bara luar negeri.

Meski pada April 2024 sempat terjadi lonjakan impor akibat kecelakaan tambang yang memicu penutupan tambang-tambang di Shanxi, kondisi tahun ini sangat berbeda.

Baca Juga: Harga Batu Bara Terjun Bebas: Apa Faktor Utamanya?

Dalam empat bulan pertama 2025, total impor batu bara China tercatat 152,67 juta ton, turun 5,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 161,15 juta ton.

Tekanan yang datang dari sisi fundamental pasar China saat ini memberi pesan kuat bahwa tren harga batu bara global akan semakin bergantung pada dinamika domestik negara tersebut.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.