Geser Kebawah
AgrobisnisBisnis

Presiden Prabowo Buka Peluang Ekspor Beras, Ini Kata CORE

81
×

Presiden Prabowo Buka Peluang Ekspor Beras, Ini Kata CORE

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Buka Peluang Ekspor Beras, Ini Kata CORE
CORE menilai ekspor beras sebaiknya ditahan demi menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan dalam negeri.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Menyambut masa panen raya, Presiden Prabowo Subianto mengisyaratkan peluang Indonesia untuk mulai mengekspor beras ke berbagai negara.

Namun, pandangan berbeda datang dari Center of Reform on Economic (CORE), yang meminta pemerintah untuk lebih berhati-hati sebelum mengambil langkah tersebut, khususnya terkait beras jenis medium.

Sponsor
Iklan

CORE Sarankan Tahan Ekspor Beras Medium

Pengamat pertanian CORE, Eliza Mardian, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah sebaiknya menunda keputusan ekspor beras medium.

Ia menilai bahwa dalam kondisi daya beli masyarakat yang masih lemah, menjaga stabilitas harga beras menjadi prioritas utama. Eliza juga menekankan pentingnya memastikan pasokan dan distribusi beras tetap efisien agar tidak menimbulkan gejolak harga di pasar domestik.

Baca Juga: Transformasi Pajak: Core Tax Targetkan Rp 1.500 T di 2025

Surplus Beras dan Pemenuhan Dalam Negeri

Berdasarkan catatan Eliza, potensi produksi beras nasional tahun ini diperkirakan mencapai 34 juta ton. Sementara itu, konsumsi masyarakat diproyeksikan sekitar 31-32 juta ton, sehingga terdapat potensi surplus sekitar 2-3 juta ton.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa surplus ini biasanya digunakan untuk memperkuat cadangan pangan nasional.

“Jumlah 34 juta ton itu ideal untuk kebutuhan dalam negeri,” jelas Eliza. Ia juga mengingatkan bahwa meski Indonesia sering mencatatkan surplus, pemerintah tetap melakukan impor untuk menjaga ketahanan pangan.

Baca Juga: Harga Beras Dunia Turun Drastis, Kebijakan RI Jadi Pemicu

Kini, dengan cadangan pangan yang relatif aman, fokus utama sebaiknya tetap memenuhi kebutuhan domestik terlebih dahulu.

Peluang dan Risiko Ekspor Beras Premium

Lebih lanjut, Eliza memaparkan bahwa ekspor beras Indonesia selama ini umumnya berfokus pada jenis beras premium dan aromatik, bukan beras medium.

Ia menilai ekspor beras medium kurang kompetitif karena kalah harga dengan produk dari Thailand dan Vietnam yang lebih murah di pasar internasional.

Baca Juga: Filipina Umumkan Darurat Pangan, Harga Beras Melonjak

“Ekspor beras medium sebaiknya tidak dipaksakan,” tegasnya. Sebaliknya, ia mendorong pengembangan ekspor beras aromatik yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Eliza juga mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam meningkatkan ekspor beras premium, karena berpotensi mengurangi ketersediaan beras medium di dalam negeri.

“Kalau beras medium banyak dicampur premium untuk ekspor, pasokan beras medium bisa berkurang, dan ini bisa menyebabkan harga beras melonjak,” tutup Eliza mengingatkan.

Baca Juga: Laba Indofood (INDF) Naik 16% di 2024, ICBP Tumbuh Solid

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru