Asing "Obral" Saham BBRI di Awal Tahun, Tekanan Jual Capai Ratusan Miliar
JAKARTA – Mengawali perdagangan di tahun baru 2026, saham raksasa perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), justru harus menghadapi tekanan jual yang cukup masif. Meskipun sempat dibuka menguat pada pagi tadi, saham BBRI ditutup merosot pada jeda siang sesi I perdagangan Jumat (2/1/2026).
Langkah investor asing yang banyak melepas kepemilikan saham BBRI menjadi faktor utama di balik pelemahan harga saham bank dengan fokus UMKM ini.
Rapor Merah Awal Tahun: Asing Catat Net Sell Besar
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (IDX), saham BBRI terjerembap 0,82% ke level harga Rp 3.630 pada sesi I hari ini. Secara akumulatif, saham BBRI tercatat sudah melemah 1,09% dalam satu bulan terakhir dan terpangkas 0,82% sejak awal tahun 2026.
Data Stockbit mengungkapkan bahwa BBRI memuncaki daftar saham yang paling banyak dijual asing dari sisi volume. Tercatat, jual bersih (net sell) asing mencapai 70.339.041 saham pada jeda siang ini.
Melanjutkan Tren Jual Akhir Tahun
Aksi lego saham oleh investor asing ini seolah melanjutkan tren negatif pada penutupan tahun lalu. Sebagai pengingat, pada perdagangan Selasa (30/12/2025), BBRI juga menjadi “bulan-bulanan” aksi jual asing dengan nilai net sell fantastis mencapai Rp 415,6 miliar.
Berikut rincian transaksi BBRI pada Sesi I (2 Januari 2026):
- Volume Transaksi: 120,3 juta saham.
- Nilai Transaksi: Rp 438,3 miliar.
- Frekuensi: 42,8 ribu kali.
Analisis: Rebalancing atau Profit Taking?
Para pelaku pasar kini menanti apakah aksi jual masif ini merupakan bentuk rebalancing portofolio institusi global di awal tahun atau sekadar aksi ambil untung (profit taking) mengingat fluktuasi pasar global yang masih dinamis. Tekanan jual yang terus berlanjut pada saham market leader seperti BBRI tentu memberikan sentimen tersendiri bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal kuartal I-2026.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












