Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Volatilitas Harga Emas Meningkat di Tengah Tarif Trump

82
×

Volatilitas Harga Emas Meningkat di Tengah Tarif Trump

Sebarkan artikel ini
Volatilitas Harga Emas Meningkat di Tengah Tarif Trump
Harga emas berfluktuasi tajam pasca tarif Trump. RBC prediksi support kuat dan potensi reli lanjutan di tengah ketidakpastian global.

Harga Emas Rentan Koreksi, Tapi Didukung Faktor Makro

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar emas global kembali menunjukkan volatilitas tinggi seiring kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Langkah tersebut memicu reaksi signifikan dari para investor yang memanfaatkan emas sebagai aset lindung nilai.

Bank investasi asal Kanada, RBC Capital Markets, dalam laporannya pada 4 April 2025 yang dikutip dari Kitco.com, menyatakan bahwa meski harga emas masih bisa terkoreksi, risiko penurunan dinilai terbatas. RBC memperkirakan harga rata-rata emas akan berada di kisaran US$ 3.039 per ounce sepanjang 2025 dan naik ke US$ 3.195 per ounce pada 2026.

Sponsor
Iklan

Tekanan Jangka Pendek, Potensi Jangka Panjang

Support Kuat di Level US$ 2.821 per Ounce

Meski diproyeksikan naik, RBC mengingatkan bahwa harga emas saat ini dinilai terlalu tinggi dari sisi makroekonomi. Mereka menyebutkan, ada kemungkinan emas akan menguji level support penting di kisaran US$ 2.821 per ounce.

Baca Juga: Kinerja Premi Asuransi Komersial Melambat di Akhir 2024

“Momentum pasar terlalu tinggi, dan ketidakpastian ekonomi yang menjadi pendorong utama harga emas saat ini masih belum sepenuhnya jelas,” kata analis RBC dalam laporan tersebut.

Namun, mereka juga menekankan bahwa sentimen ekonomi global yang memburuk memberikan daya tarik yang lebih kuat terhadap emas. Hal ini mendorong ekspektasi bahwa tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut dalam jangka menengah.

Emas Spot Bertahan Dekat Rekor Tertinggi

Hingga pekan ini, harga emas di pasar spot masih diperdagangkan di atas US$ 3.100 per ounce. Terakhir, harga tercatat di level US$ 3.106,30 per ounce, meski mengalami penurunan hampir 1%.

Baca Juga: Harga Emas Meroket, Sentuh Rekor Baru di Tengah Krisis Global

RBC mencatat bahwa untuk melanjutkan reli ke rekor baru, dibutuhkan katalis tambahan yang kuat. Analis mereka menilai bahwa konsolidasi harga bisa membuka jalan masuk bagi investor baru yang sebelumnya ragu untuk membeli emas di harga tinggi.

Aksi Jual Tekan Emas, Tapi Dukungan Fundamental Kuat

Harga Emas Ambrol Akibat Kejatuhan Pasar Saham

Pada Jumat (4/4/2025), harga emas turun tajam lebih dari 2,9% menjadi US$ 3.024,20 per ounce. Penurunan ini terjadi di tengah aksi jual masif dari investor yang membutuhkan likuiditas untuk menutupi kerugian akibat kejatuhan pasar saham global.

Baca Juga: Tokio Marine Indonesia Raih Premi Rp2,3 Triliun di 2024

Harga bahkan sempat menyentuh titik terendah intraday di level US$ 3.015,29. Koreksi ini menghapus seluruh kenaikan yang terjadi di awal pekan.

Safe Haven Masih Jadi Andalan

RBC menilai, dalam jangka menengah, kontraksi ekonomi global akan kembali mendorong minat terhadap emas sebagai aset safe-haven. Meskipun terjadi aksi ambil untung jangka pendek, daya tarik emas tetap tinggi di tengah ketidakpastian pasar ekuitas dan tekanan geopolitik.

Baca Juga: 8 Saham Emas Terbaik di BEI: Prospek & Dividen Menjanjikan

“Investor, meskipun sebagian besar menyukai emas, masih enggan menambah eksposur pada harga puncak. Konsolidasi dapat menjadi momen masuk yang baik dan menjaga kestabilan di sisi bawah,” tulis analis RBC.

Dengan kombinasi tekanan jangka pendek dan dukungan fundamental yang kuat, harga emas diperkirakan akan tetap menarik bagi investor di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.