Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Andry Hakim Bongkar Modus Bandarmologi di Pasar Saham

311
×

Andry Hakim Bongkar Modus Bandarmologi di Pasar Saham

Sebarkan artikel ini
Andry Hakim Bongkar Modus Bandarmologi di Pasar Saham
Andry Hakim ungkap praktik bandarmologi dan manipulasi pasar saham. Investor disarankan pahami strategi dan sinyal agar terhindar dari jebakan.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Fenomena manipulasi harga saham kembali mencuat di pasar modal Indonesia. Melalui podcast Channel youtube Tom MC Ifle.

Analis pasar sekaligus edukator investasi Andry Hakim mengulas secara gamblang bagaimana oknum pelaku pasar memainkan harga saham demi kepentingan kelompok tertentu dengan potensi merugikan investor ritel secara signifikan.

Sponsor
Iklan

Skenario Bandar: Saat Harga Naik Bukan Karena Kinerja

Dalam paparannya, Andry menjelaskan bahwa tidak semua kenaikan harga saham mencerminkan fundamental perusahaan.

Ada praktik sistematis di mana sekelompok pelaku yang disebut “bandar” melakukan akumulasi saham secara senyap, kemudian menaikkan harga melalui pembelian agresif dalam waktu singkat.

Baca Juga: Waspada! Polri Peringatkan Penipuan Berkedok Trading Kripto

Setelah harga terangkat dan volume transaksi tampak menarik, investor ritel biasanya tergoda untuk ikut masuk. Inilah momen di mana bandar mulai melepas sahamnya secara bertahap.

“Kadang mereka sudah mulai distribusi saat kita baru masuk,” tegas Andry.

Teknik Manipulasi Volume dan Sentimen

Modus berikutnya adalah mengatur persepsi pasar lewat volume transaksi palsu.

Baca Juga: Andry Hakim Prediksi IHSG 2025 Positif, Saham ini Akan Bersinar

Bandar dapat menyusun antrian beli atau jual dalam jumlah besar namun tidak berniat menyelesaikan transaksi tersebut. Tujuannya hanya membentuk persepsi seolah saham tersebut sedang diminati pasar.

Dalam kasus lain, mereka bahkan menggunakan akun atau broker berbeda untuk membuat transaksi antar diri sendiri (wash trade) guna mengelabui data pasar.

Selain itu, sentimen pun dimanipulasi melalui publikasi informasi positif yang belum tentu valid, termasuk menyebar rumor tentang rencana akuisisi atau kinerja keuangan fiktif. Hal ini membuat investor awam semakin rentan termakan “jebakan psikologis” pasar.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Rebound, 4 Saham Ini Jadi Andalan Cuan?

Ritel Butuh Ilmu, Bukan Sekadar Insting

Andry menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam bagi investor, khususnya ritel, agar tidak mudah terbawa arus permainan para bandar.

Ia menyarankan pendekatan berbasis analisa teknikal dan pemahaman bandarmologi ilmu membaca pergerakan bandar melalui data distribusi dan akumulasi saham.

Investor juga diajak untuk memperhatikan sinyal seperti pola pergerakan harga tidak wajar, lonjakan volume mendadak tanpa kabar fundamental, atau anomali pada broker summary.

“Kalau kita paham siapa yang sedang akumulasi, maka kita tahu kapan harus ikut. Tapi kalau kita baru masuk ketika harga sudah naik tinggi, itu bisa jadi jebakan,” ujarnya.

Perlu Ketegasan Regulator dan Edukasi Pasar

Fenomena ini juga menyoroti peran penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam menjaga integritas pasar.

Andry mengingatkan bahwa manipulasi pasar bukan hanya masalah etika, tapi juga berdampak pada kepercayaan publik terhadap pasar modal secara keseluruhan.

Ia mengimbau agar edukasi terhadap investor pemula diperluas dan ketegasan penegakan aturan diperkuat, agar pasar saham benar-benar menjadi instrumen investasi yang sehat dan berdaya saing.

“Pasar harus jadi tempat yang adil bagi semua pihak, bukan hanya untuk yang punya modal besar dan informasi lebih dulu,” tutup Andry dengan nada tegas.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.