Gangguan Rantai Pasok Bahan Baku dan Target Ekspansi Teknologi
JAKARTA, BursaNusantara.com – Industri semikonduktor Korea Selatan mengkhawatirkan krisis Iran yang berkepanjangan dapat mengganggu stabilitas Pasokan Chip Global.
Kekhawatiran tersebut mencakup potensi lonjakan harga chip akibat kenaikan biaya energi yang dipicu oleh konflik bersenjata di Timur Tengah.
Melansir laporan Reuters pada Sabtu (7/3/2026), situasi ini juga dinilai bakal menghambat rencana perusahaan besar dalam membangun pusat data kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga
Anggota parlemen Kim Young-bae menyampaikan hal tersebut usai melakukan pertemuan dengan jajaran eksekutif perusahaan teknologi besar termasuk Samsung.
Ia menyebutkan bahwa produksi semikonduktor berisiko terganggu jika bahan-bahan utama gagal diperoleh dari kawasan tersebut secara berkelanjutan.
Gangguan pada rencana pusat data diprediksi akan menciptakan masalah serius pada sisi permintaan chip dalam jangka panjang.
Kelangkaan Helium dan Risiko Produksi Chip Memori
Timur Tengah merupakan pemasok utama helium yang sangat krusial dalam proses manajemen panas selama produksi semikonduktor berlangsung.
Industri chip menekankan bahwa hingga saat ini belum ditemukan alternatif bahan yang lebih baik untuk menggantikan peran penting helium tersebut.
Perusahaan besar seperti Samsung dan SK Hynix sebelumnya menikmati kenaikan harga chip memori berkat masifnya pembangunan pusat data AI.
Namun, eskalasi militer saat ini mengancam keberlanjutan pasokan bahan baku yang dibutuhkan untuk menjaga ritme produksi Pasokan Chip Global.
Harga chip diproyeksikan akan merangkak naik sebagai konsekuensi dari hambatan logistik serta biaya operasional energi yang membengkak.
Ketidakpastian pasokan bahan baku ini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas operasional pabrikan semikonduktor di Korea Selatan.
Kerusakan Infrastruktur Data Center di Uni Emirat Arab
Raksasa teknologi Amazon melaporkan sejumlah pusat datanya di Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain mengalami kerusakan akibat serangan drone.
Serangan tersebut merupakan bagian dari balasan Iran atas aksi militer Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.
Negara UEA sendiri telah menjadi pusat regional komputasi AI bagi perusahaan besar dunia seperti Microsoft dan Nvidia.
Keberadaan infrastruktur ini sangat vital untuk mendukung layanan berbasis kecerdasan buatan seperti ChatGPT agar tetap berfungsi secara optimal.
Gangguan pada fasilitas fisik di wilayah Teluk berpotensi membebani permintaan chip yang semula diproyeksikan terus tumbuh kuat.
Komunitas bisnis internasional kini memantau dengan cermat dampak kerusakan infrastruktur tersebut terhadap stabilitas pasar teknologi serta Pasokan Chip Global.
Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara










