Efisiensi Operasional Kunci Hadapi Tren Penurunan Harga
Penurunan Persediaan: Taktik Menjaga Arus Kas?
Perbaikan struktur biaya tersebut dibarengi dengan keberhasilan manajemen menggenjot volume produksi.
Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026, produksi batu bara BUMI menyentuh angka 19,2 juta ton.
Pencapaian ekstraksi tersebut merepresentasikan kenaikan sebesar 12 persen secara tahunan.
Volume penjualan batu bara turut terkerek naik 14 persen menjadi total 19,1 juta ton.
Menariknya, di tengah agresivitas produksi, tingkat persediaan di stockpile justru mengalami penurunan.
Volume persediaan batubara menyusut dari 2,4 juta ton menjadi 2,0 juta ton.
Penurunan persediaan ini mengindikasikan tingkat penyerapan penjualan yang sangat kuat di pasar.
Strategi menjaga persediaan di level rendah sangat krusial untuk mencegah penumpukan modal kerja yang tidak produktif dan memastikan arus kas perseroan tetap likuid.
Manajemen BUMI menegaskan komitmennya untuk terus fokus pada keberlanjutan perbaikan operasional di kuartal-kuartal mendatang.
Perseroan juga akan memajukan strategi diversifikasi guna membangun ketahanan jangka panjang terhadap fluktuasi siklus harga komoditas.
Momentum efisiensi strip ratio ini akan menjadi katalis positif bagi valuasi saham BUMI asalkan manajemen mampu mempertahankan volume serapan penjualan di tengah tren pelemahan harga batu bara global.
Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












