HeadlineKomoditasPasar

Prediksi Harga Emas Pekan Ini: Wall Street Mulai Bullish

59
Prediksi Harga Emas Pekan Ini Wall Street Mulai Bullish
Harga emas melonjak ke USD4.495 per troy ons. Analis Wall Street dan investor ritel kompak prediksi kenaikan. Waspadai volatilitas data The Fed. Baca disini!

Sentimen Pasar Global Kembali Menguat Pasca Aksi Beli Saat Harga Turun

JAKARTA, BursaNusantara.com– Para spekulan emas kini harus bersiap menghadapi gelombang volatilitas baru setelah aset lindung nilai ini berhasil menembus level psikologis penting di tengah ketidakpastian geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.

Kenaikan tajam di akhir pekan menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase akumulasi agresif, mengunci posisi sebelum serangkaian data ekonomi Amerika Serikat dirilis ke publik dalam beberapa hari mendatang.

Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (27/3/2026), harga emas spot melonjak signifikan sebesar 2,67 persen hingga menyentuh level USD4.495,29 per troy ons.

Lonjakan ini didorong oleh aksi dip-buying atau aksi beli saat harga turun setelah logam mulia tersebut sempat mengalami koreksi teknis pada awal pekan lalu.

Langkah investor ini berbarengan dengan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda meredanya konflik di Timur Tengah yang memberikan ruang bagi aset berisiko untuk kembali dilirik.

Apakah Wall Street dan Main Street Sudah Kompak Bullish?

Hasil survei mingguan terbaru dari Kitco News menunjukkan adanya sinkronisasi sentimen antara analis profesional (Wall Street) dan investor ritel (Main Street).

Sebanyak 50 persen atau delapan dari 16 analis Wall Street memperkirakan Prediksi Harga Emas Pekan Ini akan cenderung menguat, sementara hanya 19 persen yang memprediksi penurunan.

Senada dengan itu, jajak pendapat online terhadap 263 investor ritel menunjukkan 53 persen responden optimis terhadap kenaikan harga, pertama kalinya dalam beberapa pekan sentimen ritel sejalan dengan analis.

Senior Market Strategist di Forex.com, James Stanley, menyebut respons harga di akhir pekan sangat menggembirakan bagi kubu bullish dengan potensi terbentuknya pola hammer pada grafik mingguan.

Meskipun demikian, Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day, menilai pergerakan naik-turun masih akan terjadi namun tetap dengan bias menguat dari level support penting.

Bagaimana Pengaruh Pidato Jerome Powell dan Data Tenaga Kerja?

Pekan ini akan menjadi periode yang sangat padat bagi pasar emas meskipun hari perdagangan lebih sedikit karena adanya libur Good Friday pada akhir pekan.

Fokus utama pasar tertuju pada pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Harvard pada hari Senin, yang diharapkan memberikan sinyal baru mengenai arah kebijakan moneter.

Selain itu, serangkaian data tenaga kerja AS mulai dari JOLTS, ADP Employment, hingga puncaknya laporan ketenagakerjaan Maret (Non-Farm Payrolls) akan menjadi katalis utama penggerak harga.

Daniel Pavilonis dari RJO Futures memproyeksikan kenaikan bertahap emas dapat terus berlanjut jika situasi geopolitik Iran mereda dan pasar kembali berani mengambil risiko.

Data ekonomi lainnya seperti Consumer Confidence dan ISM Manufacturing PMI juga akan diuji oleh pasar untuk menakar kekuatan dolar AS yang seringkali bergerak berlawanan dengan harga emas dunia.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version